Jumat, 01 Mei 2015

( HUKUM TAJWID)
I. PENGERTIAN
1.       Ilmu Tajwid
      Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

       2.       Tajwid
Tajwid adalah tata cara (pengaturan) membaca Al-Qur’an beserta hukum-hukumnya dengan menggunakan 26 huruf hijaiyyah.
II. MACAM-MACAM HUKUM TAJWID
a. Hukum Nun Mati (نْ   ) atau Tanwin (   ٌ ٍ      ً     )
  1. Idzhar ( إ ذﻫا ٌر  )
Idzhar artinya jelas.
Hurufnya ada 6, yaitu :   غ خ ح ع ﻫ أ
Idzhar adalah apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu hurufnya, maka dibacanya harus jelan nunnya.
Contohnya :
منْ أمن  , خيرٌ حسنا  , منْ خلق
  1. Idgham ( إ دغام )
Idgham artinya memasukkan (huruf yang depan kepada huruf yang belakang).
Hurufnya ada 6, yaitu :يرملون  (ي رم ل و ن)
Idgham terbagi menjadi 2, yaitu :
–         Idgham Bigunnah ((إ دغام  بغنّة
Artinya : dengan dengung (menahan huruf yang masuk sebanyak 2 harkat)
Hurufnya ada 4, yaitu :(يمنو)    ي م ن و
Idgham bigunnah adalah apabila ada huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu hurufnya, maka dibacanya harus berdengung.
Contohnya :
من يعمل  , من نبيّن  , خيرٌمن
–         Idgham Bilagunnah (( دغام  ﺑﻼغنّة
Artinya : tidak dengan dengung.
Hurufnya ada 2, yaitu :         ر ل
Idgham bilagunnah adalah apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu hurufnya, maka dibacanya tidak berdengung.
Contohnya :
غفورٌرحيم ,  خيرٌ ﻟﻪ , من رﺒﻬﻢ
Di dalam Al-Qur’an ada beberapa kata yang tidak dibaca idgham, tetapi dibaca idzhar, seperti :
ﺻﻨﻮﺍن ,  ﺒﻨﻴﺎﻦ  ,  ﺍﻠدﻨﻴﺎﺀ
Walaupun nun mati bertemu dengan huruf idgham, tetapi dalam satu kata, maka harus dibaca idzhar.
  1. Ikhfa ( ﺇ ﺧﻑﺎﺀٌََََِِ
Ikhfa artinya samar-samar. (seperti bunyi ng dalam bahasa Indonesia).
Hurufnya ada 15, yaitu :
ك ق ف ظ ط ض ص ش س ز ذ د ج ث ت
Ikhfa adalah apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu hurufnya, maka dibacanya samar-samar.
Ikhfa terbagi menjadi 3, yaitu :
–         Ikhfa Ab’ad (أبعد )
Ab’ad artinya : jauh (yaitu jauh dari bunyi nun mati atau tanwin, disebut juga dengan sangat samar).
Hurufnya ada 2, yaitu :         ق ك
Contohnya :
إن کنتم  , شئ ٍقدير
–        Ikhfa Autsat (أوثت)
Autsat artinya : dekat (yaitu dekat dengan bunyi nun mati atau tanwin, samar saja)
Hurufnya ada 3, yaitu :         ت د ط
Contohnya :
إن طلق  , من دونى  , کنتم
–        Ikhfa Aqrobaa ((قربا)
Aqrobaa artinya : sedang (yaitu boleh sangat samar atau samar saja)

Hurufnya ada 10, yaitu :
ف ظ ض ص ش س ز ذ ج ث
Contohnya :
ﺍﻷﻨﺛﻰ ,  ﺻﻔﺎﺻﻔﺎ , ﻤﻦﺬﻠﻚ
  1. Iqlab (  إ قلبٌ  )
Iqlab artinya mengganti (mengganti huruf nun ke huruf mim).
Hurufnya ada 1, yaitu :   ب
Iqlab adalah apabila huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf Ba’, maka dibacanya balem.
Contohnya :
من بعد  , ﺍﻷﻨﺒﻴﺂﺀ
b. Hukum Qolqolah ( ﻘﻠﻘﻠﺔ  )Qolqolah artinya : kerongkongan (huruf hijaiyyah yang mati, diceklokkan).
Hurufnya ada 5, yaitu :         ق ط د ج ب
Qolqolah dibagi menjadi 2, yaitu :
1.       Qolqolah Sughra ( سغرى  )
Sughra artinya : ringan (kecil).
Qolqolah Sughra adalah apabila ada salah satu huruf qolqolah mati karena sukun, maka dibacanya diceklokkan.
Contohnya :
لقدْ , حبْل , طلق ,  أطْعمهم ,  أجْر
2.       Qolqolah Kubra ( قبرﻯ  )
Kubra artinya : dahsyat (besar).
Qolqolah Kubra adalah apabila ada salah satu huruf qolqolah mati di akhir kalimat (karena waqof), maka dibacanya diceklokkan.
Contohnya :
۝ ماخلقَ  , من مسد ۝
c. Hukum Mim Mati (  مْ  )
Hukum mim mati dibagi menjadadi 3, yaitu :
  1. Idgham Mimi ( ميمى )
Mutajanisain artinya : yang sejenis
Hurufnya ada 1, yaitu :   م
Idgham Mimi adalah apabila ada mim mati bertemu dengan mim hidup, maka dibacanya harus berdengung.
Contohnya :
عليهم مؤسدة
  1. Ikhfa Safawi  (ﺷﻓﻮﻯ  ﺇ ﺧﻑﺎﺀ  )
Hurufnya ada 1, yaitu :   ب
Ikhfa Safawi adalah apabila ada mim mati bertemu dengan huruf  ba’ hidup, maka dibacanya harus berdengung.
Contohnya :
ترميهم بحخارة
  1. Idzhar Safawi (ﺷﻓﻮﻯ إ ذﻫا ٌر  )
Hurufnya yaitu semua huruf hijaiyyah kecuali mim dan ba’.
Idzhar Safawi adalah apabila ada huruf mim mati bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain mim dan ba’, maka dibacanya tidak berdengung.
Contohnya :
هم فيها  , ألم تر
Dan lain sebagainya……
d. Hukum Madمَدٌ  )
Mad artinya : memanjangkan bacaan, dengan menggunakan harakat.
Rumusnya :
1 alif = 2 harkat, 2 alif = 4 harkat, 2 ½ = 5 harkat, 3 alif = 6 harkat.
Harkat = bunyi ketukan.
Hukum Mad terbagi menjadi 2, yaitu :
  1. Mad Ashli ( ﺃﺻﻠﻰ   )
Ashli artinya : asal (asal muasal, asal mula kejadian)
Terbagi menjadi 1, yaitu :
– Mad Thobi’i ( ﻃﺒﻴﻌﻰ )
Hurufnya ada tiga, yaitu :            وْ -ُ , يْ ِ- ,ا -َ
a.       Alif mati sesudah fathah
b.       Ya’ mati sesudah kasroh
c.       Wau mati sesudah domah
Panjangnya : 1 alif = 2 harkat.
Cara bacanya dipanjangkan, satu alif atau dua harkat.
Contohnya :       ﻨُوْﺤِﻴْﻬَﺎ
  1. Mad Far’i (  ﻓﺮﻋﻰ   )
Far’i artinya : bagian atau cabang
Terbagi menjadi beberapa yaitu :
–         Mad Wajib Muttashil (ﻤﺗﺻلٌ واﺠبٌ  )
Wajib artinya : harus, Muttashil artinya : dalam satu kata.
Mad Wajib Muttashil adalah apabila ada huruf mad  bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata, maka harus panjang 5 (lima) harkat.
Contohnya :
إذاجآء , سوء
–         Mad Jaiz Munfashil ( ﺠاﺌﺯ ﻤﻨﻓﺻل )
Jiaz artinya : boleh, Munfashil artinya : di luar kata.
Mad Jaiz Munfashil adalah apabila ada huruf mad bertemu dengan huruf hamzah di lain (luar) kata, maka dibaca panjangnya boleh 2, 4 atau 6 harkat.
Contohnya :
مآ أنزل  , يأيّها
–         Mad Lain ( ﻠﻴﻥ  )
Lain artinya : lemas.
Hurufnya ada 2, yaitu :         وْ -َ  , يْ ِ-َ
a.       Ya’ mati setelah fathah
b.       Wau mati setelah fathah
Cara bacanya dipanjangkan 2 harkat tapi lemas.
Jika di akhir kalimat, maka dibacanya boleh 2, 4 atau 6 harkat.
Contohnya :
عليهم  , يوم
–         Mad ‘Arid Lissukun ( ﻋاﺮﺾ ﻠﻠسّکوﻥ  )
‘Arid artinya : barulah, Lissukun artinya : di matikan.
Mad ‘Arid Lissukun adalah apabila ada huruf mad bertemu dengan huruf hijaiyyah hidup pada akhir kalimat, maka cara bacanya dipanjangkan terlebih dahulu baru dimatikan.
Contohnya :
نستعين ۝, عزيزحکيم ۝
–         Mad ‘Iwad ( عوادٌ )
‘Iwad artinya : membuang tanwin.
Mad ‘Iwad adalah apabila ada fathah tain ( -ً ) bertemu dengan huruf alif atau ya’ mati di akhir kalimat, maka cara bacanya dipanjangkan 2 harkat.
Contohnya :
عليماحکيما۝, ﺛﻼﺛﺎ ﺛﻼ ﺛﺎ۝
–         Mad Badal ( بدلٌ )
Badal artinya : berdiri sendiri (sebagai pengganti huruf alif mati).
Mad Badal adalah apabila ada huruf hamzah ( أ ) bertemu huruf alif mati setelah fathah atau ya’ mati setelah kasroh, maka dibacanya panjang 2 harkat.
Contohnya :
أمنو , إيمان
–         Mad Shilah Thowwilah ( ﺻﻠﺔ ﻄﻮﻴﻠﺔ )
Mad Shilah Thowwilah adalah apabila ada huruf ha marbithoh ( ﻩ / ﻪ ) bertanda mad dan bertemu huruf hamzah, maka dibacanya boleh panjang 2, 4 atau 6 harkat.
Contohnya :
له مغفرة , به
Apabila berada di akhir kalimat, maka harus sukun (mati).
Contoh :

غيرلّه ۚ
–         Mad Shilah Qoshirah ( ﺻﻠﺔ قصيرﺓ )
Mad Shilah Thowwilah adalah apabila ada huruf ha marbithoh (ﻩ / ﻪ  ) bertanda mad, maka dibacanya panjang 2 harkat.
Contohnya :
وله أجر
Apabila berada di akhir kalimat, maka harus sukun (mati).
Contoh :  (sama seperti Mad Shilah Thowilah)
–         Mad Lazim Kilmi Musaqol ( ﻻﺯﻢِمثقل ٌکلم )
Mad Lazim Kilmi Musaqol adalah apabila ada huruf mad bertanda ( ﺁ ) bertemu dengan huruf hijaiyyah bersiddah, maka dibacanya panjang 6 harkat.
Contohnya :
ﻮﻻﺍﻠﺿﺂ لّين
–         Mad Lazim Kilmi Mushbah (ﻻﺯﻢ کلم مخفف)
Mad Lazim Kilmi Mushbah adalah apabila ada huruf mad bertanda ( ﺁ ) bertemu dengan huruf hijaiyyah disukun, maka dibacanya panjang 6 harkat.
Contohnya :
ﺁﻠﺌن
–         Mad Lazim Harfi Mushbah (ﻻﺯمْﺤﺮﻒِﻣشبعٌ  )
Mad Lazim Harfi Mushbah adalah apabila ada huruf hijaiyyah bertanda mad di awal surah dengan bunyi harkat, maka panjangnya 2 harkat.
Contohnya :
ﻃﻪ  ,  ﻴﺲ
–         Mad Lazim Harfi Musaqol (ﻻﺯمْﺤﺮﻒِمسقل )
Mad Lazim Harfi Mushbah adalah apabila ada huruf hijaiyyah bertanda mad di awal surah dengan bunyi hurufnya penuh, maka panjangnya 6 harkat.
Contohnya :
ن , ق , المٌ , کهيعص
–         Mad Tamkin ( ﺘﻣکﻴﻥ )
Mad Tamyin adalah apabila ya mati ( يْ  ) setelah ya kasrah ( يِِ  ), maka dibacanya panjang 2 harkat.
Contohnya : يحييکم
–         Mad Farq ( فرق  )
Mad Farq adalah apabila ada tanda mad pada huruf alif (ﺁ ) bertemu dengan lafadz Jalalaih, maka dibacanya panjang 6 harkat.
Contohnya :
آﷲ
e. Hukum Lafadz Jalalaih (   اﷲ  )
Terbagi menjadi 2, yaitu :
  1. Tafkhim ( تفخم  )
Tafkhim artinya : tebal.
Tafkhim adalah apabila ada lafadz Jalalih sebelum tanda fathah dan atau tanda domah, maka dibacanya harus tebal.
Contohnya :
رسول اﷲ , سقف اﷲ
  1. Tarqiq ( ترقيق  )
Tarqiq artinya : tipis.
Tarqiq adalah apabila ada lafadz Jalalih sebelum tanda kasrah, maka dibacanya tipis.
Contohnya :
في سبيل ﷲ
f. Hukum Alif Lam (   ال  )
Terbagi menjadi 2, yaitu :
  1. Alif Lam Qomariyyah ( القمرﻴﺔ  )
Al-Qomriyyah artinya : Bulan.
Hurufnya :
أ ب ج ح خ ذ ز ع غ ف ق ك م و ي
Alif Lam Qomariyyah adalah apabila ada alif lam bertemu dengan salah satu hurufnya, maka dibacanya jelas.
Diibratkan apabila kita melihat bulan di malam hari, maka akan terlihat jelas.
Contohnya :
من المؤمنين  ,  مع القاعدين
  1. Alif Lam Syamsiyyah ( اﻠﺸﻣﺴﻴﺔ  )
Asy-Syamsiyyah artinya : Matahari.
Hurufnya :
ت ث د ر س ش ص ض ط ظ ل ن
Alif Lam Syamsiyyah adalah apabila ada alif lam bertemu dengan salah satu hurufnya, maka alif lam nya tidak terbaca.
Diibratkan apabila kita melihat matahari di siang hari, maka tidak akan terlihat jelas.
Contohnya :
من الدّنيا , والشّمس
g. Hukum Gunnah Masydidah ( ﻏﻨﺔ ﻤﺸﺪﺩﻩ  )
Gunnah Masydidah artinya : ditahan lama karena tasydid.
Hurufnya ada 2, yaitu :         مّ , نّ
Apabila terdapat nun siddah dan atau mim siddah sebelum huruf hijaiyyah berharkat, maka dibacanya bergunnah (ditahan sepanjang 3 harkat).
Contohnya :
ثمّ  , إنّ
h. Hukum Idgham (  إدغامٌ  )
Terbagi menjadi 3, yaitu :
1.       Idgham Muttamatsilain ( ﻤﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ  )
Muttamasilain artinya : yang sama.
Idgham Muttamatsilain adalah apabila ada huruf hiajiyyah bertemu dengan huruf hiajiyyah yang sama, maka dimasukkan hurufnya yang di depan.
Contohnya :
إذهب بكتابى , وقد دخلوا , إذ ذهب
2.       Idgham Muttajanisain ( ﻤﺘﺠﺎﻨﺴﻴﻦ  )
Muttajanisain artinya : yang sejenis.
Idgham Muttajanisain adalah apabila ada huruf hiajiyyah bertemu dengan huruf hiajiyyah yang sejenis, maka dimasukkan hurufnya yang di depan.
Contohnya :
أرد تم , ودت طاﺋفة , ﺇذ ظلموا
3.       Idgham Muttaqoribain ( ﻤﺘﻘﺎﺮﺒﻴﻦ  )
Muttaqoribain artinya : yang mendekati (bacaannya).
Idgham Muttaqoribain adalah apabila ada huruf hiajiyyah bertemu dengan huruf hiajiyyah yang mendekati bacaannya, maka dimasukkan hurufnya yang di depan.
Contohnya :
إركب معنا , يلهث ذلك , نحلقكم
i. Hukum Ra’ (  ر  )
Terbagi menjadi 2, yaitu :
  1. Mufakham ( مفخّم  )
Mufakham artinya yang ditebalkan.
Bagiannya adalah :
–     ربنا
–     گفروا
–     أرسل
–     قرآن
–     طيرا
–     خير
  1. Muraqqaq ( مرقّق )
Muraqqaq artinya : yang ditipiskan.
Bagiannya adalah :
–     واقربب
–     فرعون
–     خسر

إعلمو
Dalam Kitab suci Al-Qur’an, ada beberapa tanda baca juga yang harus diperhatika, diantaranya :
  1. Hukum Nun Washal (  نِ  )
Washal artinya : penghubung.
Apabila ada tanwin bertemu dengan huruf yang disukunkan, maka tanwin tersebut dibaca harkat dan diakhiri nun washal.
Contohnya :

ن
ن
خير الوصيّة , جزاء الحسنى
ن
ن
عاداالأولى , لهوا انفضّوا
  1. Shafar ( صفر )
terbagi menjadi 2, yaitu :
–         Shafar Mustadir ( صفر مستدر )
Shafar Mustadir adalah apabila ada huruf mad yang tidak dibaca panjang bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata.
Contohnya :
لايايئس \ لاتايئس , لشايء , وملا ئه
–         Shafar Mustathir ( صفر مستطيل )
Shafar Mustadir adalah apabila ada huruf mad yang tidak dibaca panjang, dan berada di akhir kata.
Contohnya :
   انا , لكنّا , قواريرا , الظنو نا , سلا سلا

س

  1. ص  
–          Harus dibaca Sin
Apabila huruf shad bertanda domah atau bertanda sukun.

س
س
Contohnya :                              ويبصط , بصطة
–          Harus dibaca Shad
Apabila huruf shad bertanda fathah bertemu dengan ya mati.

س
Contohnya :            بمصيطر               
–          Boleh dibaca Sin atau Shad
Apabila huruf shad bertanda fathah bertemu dengan ya mati dalam satu kata sifat.

س
Contohnya :            المصيطرون    

Pelajaran Waqof

باب الوقف
(BAB WAQOF)

I.        Pengertian
Waqof artinya : tempat pemberhentian.
Waqof adalah tempat berhentinya bacaan Al-Qur’an yang berada di tengah ayat maupun di akhir ayat. Biasanya digunakan untuk mengatur pernafasan si Qira’at (pembaca), dapat pula digunakan untuk menyambung bacaan dari ayat yang satu ke ayat yang lainnya (menyambung kalimat yang dipenggal oleh ayat). Biasanya berpengaruh pula terhadap tafsir dari suatu ayat tersebut.

II.      Macam-macam Waqof
a.      Waqof Lazim ( لازم )
Lazim artinya suatu yang dilarang.
Waqof Al-Mamnu’ adalah apabila terdapat tanda waqof لا di tengah atau di akhir ayat, maka dilarang untuk berhenti walaupun hanya sejenak.
Contoh :
انّ الذ ين ءامنو والذ ين هاجروا وجاهدوا في سبيل اللهۙ اولئك يرجون رحمت الله ………
(Q.S. Al-Baqaroh : 218)

b.      Waqof Al-Mamnu’ )( الممنوع 
Al-Mamnu’ artinya biasanya, seharusnya.
Waqof lazim adalah apabila terdapat tanda م  di tengah atau di akhir ayat, maka wajib berhenti.
Contoh :

زيّن للّذ ين كفروا الحيوة الد نيا ويسخرون من الذ ين ءامنوا ۢ………
(Q.S. Al-Baqoroh : 212)

c.       Waqof Jaiz جائز 
Jaiz artinya boleh.
Waqof Jaiz adalah apabila terdapat tanda waqof ج di tengah ayat, maka boleh berhenti atau dilanjutkan.
Contoh :

قد فرض الله لكم تحلّة أيمنكمۚ ………..

(Q.S. At-Tahriim : 2)

d.      Waqof Shola  صلى 
Adapun yang dimaksud dengan waqof shola adalah apabila terdapat tanda صلى di tengah ayat maka lebih baik dilanjutkan bacaannya.
Contoh :

يعلمون ظا هرا من الحيوة الد نيا ۖ وهم عن الاخرة هم غافلون.
(Q.S. Ar-Ruum : 7)

e.      Waqof Qola قلى 
Adapun yang dimaksud dengan waqof shola adalah apabila terdapat tanda قلى di tengah ayat maka lebih baik berhenti daripada dilanjutkan. bacaannya.
Contoh :
وكذ لك نجزي من أسرف ولم يؤمن با يا ت ربه ۗ………..
(Q.S. Thaha :127)

f.        Waqof Saktah سكته 
Saktah artinya berhenti sejenak.
Waqof Saktah adalah apabila terdapat tanda سكته atau س di tengah atau di akhir ayat, maka haruslah berhenti dengan tidak bernafas lalu melanjutkan kepada kalimat atau ayat berikutnya.
Contoh :




قالواياولنامن بعشنامن مرقد نا سكتههذا…
(Q.S. Yasin : 59)

g.      Waqof Ta’anaq  تعانق الوقف 
Ta’anaq artinya kembar.
Waqof ta’anaq adalah apabila terdapat tanda titik tiga (:.) dalam satu ayat, maka diperbolehkan untuk berhenti pada salah satu ta’anaqoh tersebut. Biasanya titik tiga tersebut ada dua di dalam satu ayat.
Contoh :

.
. .
.
. .
ذالك الكتاب لا ريب  فيه   …………

(Q.S. Al-Baqoroh : 2)

Kamis, 30 April 2015

DOWNLOAD GRATIS BUKU ILMU TAJWID QUR’AN LENGKAP


Pengertian Tajwid Tajwid menurut bahasa berasal dari kata image yangng berarti bagus atau membaguskan. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Qur’an maupun bukan.
Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah makharijul huruf(tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf(hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani. Inilah yang dimaksud dengan membaca al-Qur’an dengan tartil sebagaimana firman-Nya
yang artinya : “Bacalah al-Qur’an itu dengan tartil”. Sedangkan arti tartil menurut Ibn Katsir adalah membaca dengan perlahan-lahan dan hati-hati karena hal itu akan membantu pemahaman serta perenungan terhadap al-Qur’an. Area Download
  • Ukuran file : 3,6 Mb
  • Format :  exe
  • Download : Link 1  atau Link 2  (link sudah diperbaiki)
Catatanku: Ada beberapa yang perlu diluruskan dari software di atas, yaitu hukum idghom bilaghunnah. Seharusnya dibaca dengan “tanpa” dengung, sedangkan software di atas prakteknya dibaca dengan dengung. Wallahu’alam

PEDOMAN DAURAN AL-QURAN

Metode yang asasi dan asli dalam mempelajari Al Quran adalah dengan metodeTalaqqi yaitu mempelajari Al Quran melalui seorang guru secara langsung atau berhadap-hadapan, dimulai dari surat Al-Fatihah sampai An-Naas. Mengingat terbatasnya jumlah orang-orang yang menguasai Al Quran terutama dalam hal tilawah, maka ulama ahli qiraat meletakkan kaidah-kaidah cara membaca yang baik dan benar yang disebut dengan tajwid. Buku karya Abdul Aziz Abdur Rauf ini diharapkan bisa membantu kaum muslimin dalam mempelajari ilmu tajwid secara aplikatif dan mampu mempraktikkan tilawah dengan shahih. Berikut ini materi-materi yang terdapat dalam buku ini: Pengantar Ilmu Tajwid – menjelaskan definisi ilmu tajwid, hukum mempelajari, keutamaan mempelajari, tujuan mempelajari, dan sebagainya.
Download File MP3 Kajian membahas ilmu tajwid lengkap 
Tempat-tempat Keluarnya Huruf  &  Sifat-sifatnya – dalam bab ini dijelaskan tempat-tempat keluarnya huruf dan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap huruf hijaiyah. Dengan dilengkapi gambar tempat-tempat keluarnya huruf dan latihan, semoga pembaca dapat memahami gambaran dan pemahaman pengucapan huruf yang baik dan benar. Hukum Nun Mati dan Tan win – bab ini menjelaskan bagaimana membaca nun mati atau tan win ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah menurut riwayat yang masyhur. Hukum Mim Mati – bab ini menjelaskan bagaimana membaca mim mati ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah menurut riwayat yang masyhur.
Hukum Mim dan Nun bertasydid – bab ini menjelaskan bagaimana membaca mim dan nun yang bertasydid. Hukum Alif Lam – bab ini menjelaskan bagaimana membaca alif lam ketika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah. Hukum Mad – bab ini menjelaskan bagaimana dan kapan sesorang harus memanjangkan bacaan dalam Al Quran dengan kadar-kadar tertentu, misalnya 2,4, atau 6 harakat.
Tafkhim dan Tarqiq – bab ini menjelaskan bagaimana dan kapan seorang pembaca Al Quran harus menebalkan dan menipiskan suara ketika membaca huruf-huruf isti’la, huruf ra’, dan lafzh al jalalah. Idgham Mutamatsilain, Mutajanisain, dan Mutaqaribain – bab ini menjelaskan hukum idgham dan pembagiannya berdasarkan tempat-tempat keluarnya huruf. Waqof & Pembagiannya -bab ini menjelaskan bagaimana cara berwaqaf ketika membaca Al Quran, pembagian waqaf dan tanda-tanda waqaf yang terdapat dalam Al Quran standar.
Istilah-istilah Dalam Al Quran – bab ini menjelaskan beberapa istilah dan ayat-ayat gharib dalam Al Quran dan cara membacanya menurut riwayat yang masyhur, dimana keberadaannya cukup jarang di dalam Aquran sehingga tidak sedikit para pembaca Al Quran yang tidak mengetahuinya. Hamzah Qatha’ dan Hamzah Washal – bab ini menjelaskan beberapa kaidah praktis membaca hamzah di dalam tilawah Al Quran, mengingat sebagian besar pembaca Al Quran belum menguasai kaidah bahasa arab dengan baik.
  Berikut ini adalah software belajar praktis ilmu tajwid. Ada tiga buah file. EXE dan SWF adalah file flash untuk belajar tajwid. Dengan file exe kita bisa mainkan dengan double klik file tersebut dan voila.. dia akan muncul… Namun untuk file SWF anda bisa memainkannya di browser anda (internet explorer, mozilla firefox, opera, dll). Sementara untuk file PDF bisa anda cetak dengan printer di sebuah kertas kemudian dibaca, atau bisa dibaca lewat PDF viewer, seperti Adobe Acrobat PDF Reader.  Silahkan download, dinikmati dan belajar tajwid! Semoga bermanfaat.....amin...
 

Belajar Ilmu Tajwid Lengkap
Sudah banyak di buku-buku maupun di media sosial, yang menyampaikan ilmu cara membaca Al-quraan dengan benar, adapun saya akan menyampaikanya dengan cara yang sangat praktis dan simpel mudah di mengerti, khususnya bagi sauadara-saudara kita yang baru belajar dan mengenal Al-quran, Inilah caranya saya akan mengenalkan terlebih dahulu satu-persatu huruf hijaiyah lengkap dengan cara membacanya.

  1. Huruf “ Alif “ : cara membacanya yaitu dengan melebarkan mulut, dikeluarkan dari rongga mulut sedikit di atas huruf amja.
  2. Huruf “ Ba ” : cara membacanya yaitu dengan merapatkan bibir atas dan bawah di keluarkan dengan sedikit angin.
  3. Huruf “ Ta “ cara membacanya yaitu dengan menempelkan ujung lidah ke gigi paling depan bagian dalam dengan sedikit mengeluarkan angin.
  4. Huruf “ Tsa “ cara membacanya dengan menempelkan ke ujung gigi depan agak agak longgar sedikit, dikeluarkan dengan angin yang agak lebih banyak dari huruf Ta.
  5. Huruf Jim “ Ja “ cara membacanya adalah menempelkan pertengahan lidah ke langit-langit mulut dengan mengumpulkan angin untuk di lepaskan.
  6. Huruf “ Ha “ cara membacanya  yaitu dengan melebarkan mulut setengah bagian saja dan di keluarkan dengan angin.
  7. Huruf “ kho” cara membacanya adalah dengan melebarkan mulut setengah bagian dan mengeluarkan angin dengan mengleperkan tenggorokan.
  8. Huruf Dal “ da “ cara membacanya adalah dengan menempelkan ujung lidah ke langit mulut bagian tengah.
  9. Huruf “ dza “ cara membacanya adalah dengan menempelkan ujung lidah ke gigi depan atas, di lepa dengan sedikit angin.
  10. Huruf “ ro “ cara membacanya yaitu dengan lidah di posisikan ke tengah mulut tapi jangan sampai nempel, lalu dengan sedikit di keluarkan angin.
  11. Huruf “ za “ cara membacanya seperti mengeluarkan huruf Z dalam bahasa indonesia.
  12. Huruf Sin “ Sa “ cara membacanya yaitu dengan lidah di tempat ke tengah langit mulut dengan mengeluarkan sedikit angin.
  13. Hurf Syin “ Sya “ cara membacanya adalah dengan posisi lidah berada di tengah mulut dan mengumpulkan angin lalu di keluarkan.
  14. Huruf Shod “ Sho “ cara membacanya adalah posisi lidah ditengah mulut untuk mengumpulkan angin yang banyak lalu di keluarkan.
  15. Huruf Dhod “ dho “ cara membacanya yaitu dengan mengeluarkan angin dari samping mulut kanan sambil lidah di tempelkan pada gigi samping kanan juga.
  16. Huruf “ Tho “ cara mambacanya adalah dengan menempelkn ujung lidah ke tengah langit-langit mulut dan di tekan sedikit sambil mengeluarkan angin.
  17. Huruf “ Dzo “ cara membacanya adalah dengan menempelkan lidah ke gigi depan sambil mengeluarkan angin.
  18. Huruf A’in “ A’ “ Cara membacanya yaitu dengan melebarkan mulut mengeluarkan angin dari bawah rongga mulut sambil di tekan sedikit.
  19. Huruf Ghoin “ Gho “ cara membacanya yaitu dengan ilat-ilat tenggorokan mengeluarkan angin sambil menggleper.
  20. Huruf “ Fa “ cara membacanya ialah dengan mengangkat bibir bawah ke atas sambil mengeluarkan angin.
  21. Huruf Qof “ Qo “ cara membacanya adalah mengeluarkan angin dari tenggorokan
  22. Huruf Kaf “ Kha “ cara membacanya adalah mengeluarkan angin dari tenggorokan sedikit agak ke atas dari huruf Qo.
  23. Huruf Lam “ La “ cara membacanya adalah dengan menekan kan ujung lidah ke langit-langit mulut dan melepaskanya dengan angin yang kuat.
  24. Huruf Mim “ Ma “ cara membacanya ialah dengan menempelkan bibir bawah dan bibir atas tapi agak menganggrang seukuran kertas tipis.
  25. Huruf Nun “ Na “ cara membacanya yaitu dengan menempelkan ujung lidah ke atas tengah langit-langit mulut dan melepaskanya dengan angin.
  26. Huruf Wawo “ Wa “ cara membacanya yaitu dengan mengeluarkan angin sambil mengangkat bibir bawahke depan.
  27. Huruf “ HA “ cara membacanya dengan mengeluarkan angin dari bawah rongga mulut di atas lebih sedikit huruf Amja.
  28. Huruf “ ya “ cara membacanya adalah sama seperti pengucapan ejaan bahasa indonesia.

Teman Media Ngaji itulah mahrojil huruf yang telah saya sebutkan satu persatu semoga berguna dan bermanfaat amin.

Selanjutnya akan saya perkenal kan juga 28 huruf Hijaiyah dengan huruf Arab, inilah hurupnya :

اَ بَ تَ ثَ جَ حَ خَ دَ ذَ رَ زَ سَ شَ صَ ضَ طَ ظَ عَ غَ فَ قَ كَ لَ مَ نَ هَ يَ

HUKUM "LAM"
Ketika anda membaca Al-quran menemukan huruf “ AL “ maka cara membacanya adalah ada dua macam.

حكم اَلْ : حروف قمرية : ا- ب-غ-خ-ج-ك-و-ح-ف-ع-ق-ي-م

 جونتوه : اِنْسَانُ ~ اَلاِْنْسَانُ / بِرٌّ ~ اَلْبِرُّ

Disebut Lam Qomariah yaitu hurufnya ada tiga belas yaitu “ alif, ba, gho, kho, ja, kha, wa, ha, fa,a’, qof, ya, dan ma. Ketika AL dihadapanya huruf tersebut, maka cara membacanya yaitu AL-nya harus jelas.

حكم ال : حروف شمسية : ط-ث-ض-ر-ت-ص-ذ-ن-س-ظ-ز-ش-ل

جونتوه : توبة ~ اَلتَّوبَةُ / ثواب ~ اَلثَّوابٌ

Disebut Lam Samsyiah yaitu hurufnya selain huruf Qomariah, cara membacanya apabila AL ketemu dengan huruf samsyiah maka AL menjadi hilang di simpan dalam hati saja

HUKUM NUN MATI DAN TANWIN, TANWUN, TANWAN.

Cara membacanya ada empat macam yaitu :

حروف اظهار : ا-ه-ح-خ-ع-غ
جونتوه :
نْ ~ اء : ينْاَوْن ~ مَنْ اََمَنَ ~ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ
نْ ~ ه : يَنْهَوْنَ ~ اِنْ هُوَ ~ جُرُفٍ هَارٍ
نْ ~ح : يَنْحِنُوْنَ ~ مِنْ حسنة ~ عليماًحَكيما
نْ ~ خ : والمُنْخَنقة ~ منْ خَير ~ لطيفاًخَبير
نْ ~ ع : ينْعِق ~ منْ عِلم ~ سميعٌ عَليم
نْ ~ غ : فسينْغِضون ~ منْ غِل ~ عزيزٌغَفور


IDZHAR hurufnya ada enam yaitu : Alif, HA, Kha, Kho, A’, Gho Hukum nun mati tanwan, tanwun dan tanwin apabila menghadapi huruf tersebut nun mati, tanwan ,tanwun dan tanwin di baca jelas.
حروف ادغام بغنة : ي-ن-م-و
جونتتوه :
نْ ~ ي : منْ يَقول ~ ولاطاءرٍيَطير
نْ ~ ن : انْ نَقول ~ خطةٌ نغففرلكم
نْ ~ م : منْ مَلجاء ~ هداصراطً مُّستقيم
نْ ~ و : مِنْ وَراءهم ~ والهكم الهٌ وَاحد

IDGHOM BIGHUNAH hurufnya ada empat yaitu : ya, na, ma, wa, apabila nun mati tanwan, tanwun dan tanwin menghadapi huruf tersebut maka nun mati,tanwan,tanwun, tanwin, di baca dengan cara meleburnya pada huruf yang di depanya yaitu huruf yang empat itu.

حروف ادغام بلاغنة : ل-ر
جونتوه :
نْ ~ ل : منْ لَ نك ~ خيرًالَهم
نْ ~ ر : منْ رَبهم ~ غفورٌرَحيم

IDGHOM BILA GHUNAH  hurufnya ada dua yaitu : lam, dan ro, apabila nun mati, tanwan, tanwun, tanwin, menghadapi huruf dua tersebut, maka nun mati,tanwan, tanwun, tanwin, harus di baca tanpa dengung atau nun mati, tanwan, tanwun, tanwin menjadi tiada.
حروف اقلاب : ب
جونتوه :
نْ ~ ب : منْ بَعد ~ ينْبِت

IQLAB hurufnya ada satu yaitu “ ba “ ketika nun mati, tanwan, tanwun, tanwin ketemu dengan huruf “ ba ” maka di baca” mim “.

حروف اخفاء : ت-ث-ج-د-ذ-ر-س-ش-ص-ض-ط-ظ-ف-ق-ك
جونتوه :
نْ ~ ث : منْ ثَمرة ~ منْثورا ~ ثءحتٍ ثَيبت
نْ ~ ج : منْ جَاء ~ اَنْجَينكم ~ فَصَبْرٌجَميل
نْ ~ د : منْ دُونالله ~ اَنْدَاد ~ دكاً د كا

IKHFA hurufnya adalah huruf hijaiyah selain huruf yang saya sebutkan di atas dan cara membacabya adalah harus ikhfa artinya suara nun mati tidak jelas sembunyi antara idzhar dan idghom di iringi dengan dengung.

HUKUM MIM MATI ATAU SUKUN


حكم ميم ماتى
ادغام متماثلين
حروف : م
جونتوه :
مْ ~ م : لهمْ مثلا ~ ولكمْ مافىاْلارض ~
اخفاء شفوي
جونتوه :
مْ ~ ب : نباهمْ بالحق
اظهار حروف : و-ف
جونتوه :
مْ ~ و: عليهمْ ولضالين ~ وهمْ فيها
  1. Apabila mim mati bertemu dengan mim, maka hukum membacanya, harus idghom, artinya suara mim di padukan dengan huruf mim berikutnya, karena mim mati bertemu dengan huruf mim seajenis idghom mutamasilain.
  2. Apabila mim bertemu dengan huruf BA maka hukum membacanya harus ikhfa suara mim mati di iringi dengan dengung karena menyembunyikan ikhfa itu dengan merapatkan dua bibir, maka ikhfanya di sebut ikhfa syafawi.
  3. Apabila mim mati bertemu dengan huruf wawo dan fa maka hukum membacanya harus di idzhar-kan ( jelas ).
  4. Apabila mim bertemu dengan huruf selain huruf MIM dan BA maka hukum membacanya harus idzhar, bahkan kalau bertemu dengan huruf wawo atau fa di baca idzharnya harus lebih jelas lagi.
MACAM-MACAM IDGHOM


ادغام متمثلين / ادغام متجانسين / ادغام متقاربين

جونتوه :
  1. IDGHOM MUTAMASYILAIN artinya perpaduan bunyi huruf yang satu dengan yang lain dalam satu jenis huruf BA dengan BA dan lain sebagainya.
  2. IDGHOM MUTAJANISAIN artinya perpaduan bunyi huruf yang satu dengan huruf yang lain yang mahrojnya sama, tetapi bunyinya sedikit berlainan .
  3. IDGHOM MUTAQORIBAIN artinya perpaduan bunyi huruf yang satu dengan yang lainya, bunyi yang kedua huruf itu hampir sama.
HUKUM MIM DAN NUN YANG BERTASDJID
Cara membacanya adalah harus dengan ghunah atau dengung sebatas dua ketukan .
HUKUM “ RO “.

حكم ميم " مّ " جونتوه : ثُمَّ

حكم " ر " تفخيم ~ جونتوه : رَبَّنا – ترقيق ~ جونتوه : كرِيم
  1. “ RO “ yang di baca tafhim ( tebal ) apabila huruf ro didahului oleh huruf yang berbaris fathah atau dhomah.
  2. “ RO “ di baca tarqiq yaitu tipis apabila didahului oleh huruf yang berbaris kasroh.
CARA MEMBACA LAM JALALLAH , “ALLAH“


" ل " جلاله : تفحيم ~ جونتوه : الله – ترقيق ~ جونتوه : بسمِ الله
  1. TAFHIM yang berarti tebal apabila didahului oleh huruf yang berbaris fathah atau dhomah.
  2. TARQIQ yang berarti tipis apabila didahului oleh huruf yang berbaris kasroh.
CARA MEMBACA QOLQOLAH


قلقله – حروف : ق-ط-ب-ج-د – جونتوه : اَقْ ~ اَبْ

Qolqolah yaitu membunyikan huruf dengan di pantulkan, apabila huruf tersebut di matikan, dengan condong sesuai harakatnya inilah huruf Qolqolah ada lima yaitu : QOF, THO, BA, JA, DAL dan cara membacanya AQE, ATHE, ABE, AJE, ADE.
MAD
" مد " طبعى – حروف : ا-و-ي
  • MAD Ashli atau mad thobi’i. Yaitu huruf berfathah di iringi oleh alif mati, huruf berdhomah di iringi oleh wawo mati, huruf berkasro di iringi oleh huruf ya mati.
Mad artinya : memanjangkan bunyi sesuatu huruf karena di iringi oleh salah satu huruf mad yaitu : ALIF, WAWO, YA.
Mad terbagi menjadi dua yaitu :

" مد " فرعى
مد واجب متصل – جونتوه : يَسُوْءُ
مدجاءز منفصل – جونتوه : ياَايهاالذين
مد عارض للسكون – جونتوه : شديدالعداب
مد عوض – جونتوه : عليماحكيماً
مد لازم كلمى – جونتوه : ولاالضالين
مد لازم حر فى- جوننتوه : اَلم ~ كيعص
مد صلة – جونتوه : له بهِ
مد تمكين – جونتوه : فاذاحييتم

مد لين – جونتوه : هذاالبيت
MAD FAR'I 

MAD WAJIB MUTASHIL di baca panjangnya lima harakat atau lima ketukan, MAD JAIZ MUNFASHIL di baca panjangnya tiga sampai lima ketukan MAD ARID LISUKUN di baca panjangnya dua sampai enam harakat atau ketukan MAD I’WAD di baca panjangnya dua sampai enam ketukan MAD LAZIM KALIMI di baca panjangnya enam harakat MAD LAZIM HARFI di baca panjangnya enam harakat MAD SHILAH di baca panjangnya dua harakat MAD TAMKIN di baca panjangnya dua harakat MAD LAYIN di baca panjangnya dua harakat.
Teman Media ngaji yang di rahmati Allah, semoga apa yang saya tulis ini berguna dan bermanfaat amin. Kalo ada keselahan mohon beritau kami, anda bisa berkomentar di bawah atau bisa langsung menghubungi kontak admin, agar kami bisa segera memperbaikinya.
--smoga bermanfaat--

Rabu, 29 April 2015



MACAM-MACAM HUKUM ILMU TAJWID

A.            Hukum Bacaan Nun Mati/Tanwin
1.      Idzhar halqi
Idzhar halqi adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu huruf halqi. Huruf halqi ada enam, yaitu ا , ح , خ , ع , غ ,ها    cara membacanya harus jelas, tidak mendengung, dan tidak samar-samar.
Contoh :          ان هو                      عذاب عظيم
                من علق                    درة خيرا                      
                ان انتم                     سلم هي                        
2.      Idhgham Bighunnah
Idhgham Bighunnah adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari empat huruf, yaitu  ي , ب , م , و. Adapun cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam suara huruf tersebut dengan mendengung.
Contoh :         من يعمل                  ماء مهين
                من نصرين               هدى وبشرى             
3
.      Idhgham Bilaghunnah
Idhgham Bilaghunnah adalah apabils ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf dua, yaitu ل  danر. Cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam huruf  tersebut  tanpa mendengung.
 Contoh :           من لدنه                    خير لك
                     من رهيق                 شيطان رجيم             
4.      Iqlab
Iqlab adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan ba’ (ب). Cara membacanya yaitu suara nun mati/tanwin diganti dengan suara mim mati ( م) dengan merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh :         لينبذ ن                     ضللا بعيدا
                من بعيد                    سميع بصير                
5.      Ikhfa’
Ikhfa’ adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf, yaitu   .ت ,ث ,ج ,د ,ذ ,ز ,س ,ش ,ص ,ض ,ط ,ظ ,ف ,ق ,ك cara membacanya suara nun mati/tanwin dibaca samar-samar dengan sengau dihidung.
Contoh :        من قبلك                             شيء شهيدا  
                فا نصب                             نارا تلظى              
                عنده                                  لتول فصل             

     B.    Hukum Bacaan Qalqalah
1.      Pengertian Qalqalah
Qalqalah secara bahasa berarti getaran suara. Adapun secara istilah qalqalah berarti menyembunyikan huruf yang bertanda sukun (mati) dengan suara yang lebih ditekan lagi dari makhraj hurufnya. Jumlah huruf qalqalah ada 5, yaitu د , ق , ط , ب , ج  yang bisa disingkat dengan  قطب جد
2.      Macam-macam Qalqalah
a.      Qalqalah Kubra
Qalqalah kubra berarti salah satu huruf qalqalah berharakat mati/sukun tidak asli yang disebabkan adanya waqaf. Cara membacanya harus lebih jelas dan memantul.
Contoh :               اليه مريب                 بالقسط
                   بخلق جديد                ملح اجاج                    
                   عذاب الحريق                                            
b.      Qalqalah Sughra
Qalqalah sughra berarti apabila salah satu huruf qalqalah berharakat sukun (mati) asli bukan karena waqaf. Cara membacanya juga harus jelas dan memantul.
Contoh :             ولا تقرب                  من قبل
                   من نطفه                   ويجعلون          
                    كاتب بالعدل                                   

            C.                 Hukum Baca’an Lam
1.      Lam Mufakhamah            (( تفخيم
Lam mufakhamah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat fathah atau dlommah, maka harus dibaca tebal.
Contoh :     رسول الله                 شهيد الله                   رحمة الله
2.      Lam Muraqqah     (( ترقيق  
Lam muraqqah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat kasrah, maka harus dibaca tipis. Semua lam yang terdapat dalam lafal الله harus dibaca tipis.
Contoh :    بسم الله                    من عند الله                الحمد لله  

            D.                Hukum Baca’an Ra’
3.      Ra’ Mufakhamah  (( تفخيم
Ra’ mufakhamah adalah ra’ yang dibaca tebal. Ra’ dibaca tebal apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1)      Ra’ berharakat  fathah
Contoh :             ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره
2)      Ra’ berharakat dlommah
Contoh :           اذا جاء نصرالله والفتح  
3)      Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat  fathah atau dlommah.
Contoh :             وارسل           ترميهيم
4)      Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah, tetapi bukan kasrah asli dari perkataanya.
Contoh :           ارجعي الى ربك راضية مرضية  
5)      Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, tetapi sesudah ra’ ada salah satu huruf isti’la yang tidak berharakat kasrah. Huruf isti’la ada 7, yaitu.خ , ص , ض , غ , ط , ق , ظ 
Contoh :             فرقة              قرطاس          ان ربك لبا لمرصاد
1.      Ra’ Muraqqaqah   (( ترقيق  
Ra’ muraqqaqah adalah ra’ yang dibaca tipis. Ra’ dibaca tipis apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a)      Ra’ berharakat kasrah
Contoh :            من شر غاسق            من شر ماخلق
b)      Apabila sebelum huruf ra’ ada huruf ya’ sukun
Contoh :          خير من الف شهر       نذير وبشير 
c)       Ra’ berharakat sukun yang didahului huruf berharakat kasrah. Namun setelah ra’ sukun bukan huruf isti’la.
Contoh :          وفرعون ذى الاوتاد  
2.      Jawaazul Wajhaini
Dalam hukum jawaazul wajhaini ra’ boleh dibaca tarqiq atau tafkhim. Hukum jawaazul wajhaini bisa terjadi apabila ada ra’ sukun yang didahului huruf berharakat kasrah dan sesudahnya ada salah satu huruf isti’la yang berharakat kasrah.
Contoh :     بحرص                    من عرضه   

            E.                  Hukum Bacan Mad
1.      Pengertian mad
Kata mad berasal dari bahasa arab مد – يمد – مدا  yang berarti memanjangkan. Sedangkan menurut istilah, mad berarti memanjangkan bacaan huruf hijaiyah sesuai dengan sifat dan syaratnya masing-masing.
2.      Macam-macam Mad
a.      Mad Thabi’i
Mad thabi’i adalah bacaan huruf hijaiyah yang dipanjangkan secara biasa, atau sering disebut mad pokok (mad asli). Cara membacanya yaitu dipanjangkan satu alif (2 harakat). Disebut mad Thabi’i apabila terdapat hal-hal berikut :
1.       Jika ada ا  jatuh sesudah harakat fathah. Contoh :  سا, ما, نا, وا, حا
2.       Jika adaو   jatuh sesudah harakat dommah. Contoh :  سو, مو, نو, وو, حو
3.       Jika adaي  jatuh sesudah harakat kasrah. Contoh :  سي, مي, ني, وي, حي
b.      Mad Far’i
Mad far’i adalah semua mad selain mad thabi’i, karena bersumber dari mad thabi’i maka disebut mad far’i yang mempunyai arti mad cabang.
Adapun mad far’i ini ada 13 macam :
1)      Mad Wajib Muttashil
Mad wajib muttashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata. Panjang bacaaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh :       والسماء , وجيء , سوء , حنفاء
2)      Mad Jaiz Munfashil
Mad jaiz munfashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah tetapi tidak dalam satu kata. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh :       يايها الذين       وما ادراك       انا اعطينا ك
3)      Mad Layyin
Mad layyin adalah apabila ada salah satu huruf hijaiyyah yang berharakat fathah sebelum wawu sukun atau ya’ sukun.
Contoh :    لاريب                     من خذف  
              ليلا                         اليوم                 
4)      Mad ‘Aridl Lis Sukun
Mad ‘Aridl Lis Sukun adalah jika ada bacaan mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah hidup yang dibaca mati/tanda waqaf. Panjang bacaanya yaitu : 1 alif (2 harakat) atau 2 alif (4 harakat) atau 3 alif (6 harakat).
Contoh :     نستعين                    ينصرون 
              من فوش                  الرحيم               
5)      Mad ‘Iwadl
Mad ‘iwadl adalah apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat fathah tanwin yang dibaca waqaf diakhir kalimat. Panjang bacaanya 1 alif (2 harakat).
Contoh :     غفورا رحيما    dibaca       غفورا رحيما 
   سميعا بصيرا               dibaca      سميعا بصيرا 
6)      Mad Badal
Mad badal adalah apabila ada 2 buah huruf hamzah dan huruf hamzah yang pertama berharakat sedangakan huruf hamzah yang ke-2 disukun (mati), maka hamzah yang ke-2 diganti dengan :
-          ا  jika hamzah yang pertama berharakat fathah
-          و  jika hamzah yang pertama berharakat kasrah
-          ي jika hamzah yang pertama berharakat dlommah
Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat)
Contoh :    ﺄﺄدم          menjadi            ادم
        اؤتي                                    menjadi         اوتي
        ائمان            menjadi        ايمان
7)      Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi
Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bertasydid dalam satu kata. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh :     الطامة            الصاخه          ولاالضالين  
8)      Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi
Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bersukun. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh :     آلان
9)      Mad Lazim Mutsaqqal Harfi
Mad Lazim Mutsaqqal Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat salah satu/lebih dari huruf :
ن, ق, ص, ع, ل, ي, ك, م yang bisa disingkat dengan lafal نقص عليكم. Adapun panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Mad ini juga bisa disebut dengan
( مد لازم حرفي مشبع ).
Contoh : ص        ن     ق      الم 
10)  Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Mad Lazim Mukhaffaf Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat satu/lebih dari huruf :حي طهر  yaitu ح , ي , ط , ه , ر . Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh :      طه      يس     حم      الر
11)  Mad shilah
                                                          ‌أ.            Mad Shilah Qashirah
Mad Shilah Qashirah adalah apabila ada kata ganti (ha’ dlomir) yang didahului dengan huruf yang berharakat (  ̶  )/ (  ̶  ). Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh :  انه كان           له ما في السموات
                                                      ‌ب.            Mad Shilah Thawilah
Mad Shilah Thawilah adalah apabila ada mad shilah qashirah yang bertemu dengan hamzah. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh :             ماله أخلده        له الا بماشاء
12)  Mad Thamkin
Mad thamkin adalah apabila ada huruf yang bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan sukun. Panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat) dan penempatan bacaanya pada tasydid serta mad thabi’inya.
Contoh :     حييتم             عليين            من النبيين  
13)  Mad Farqi
Mad farqi adalah bacaan panjang yang membedakan antara pertanyaan atau bukan.
Contoh :        قل الله اذن لكم            الذكرين حرم ام الانثيين

            F.                  Hukum Bacaan Mim Sukun
1.      Ikhfa’ Syafawi
Ikhfa’ syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf ba’ (ب ). Cara membacanya yaitu merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh :     اعتصم بالله               ام به   
2.      Idzhar Syafawi
Idzhar syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf hijaiyah yang selain ب   dan  م, yaitu :  ي, ه, و, ن, ل, ك, ق, ف, غ, ع, ظ, ط, ض, ص, ش, س, ز, ر, ذ, د, ج, ح, خ, ت, ث, ء. Adapun cara membacanya yaitu harus jelas, tidak mendengung dan juga tidak samar-samar.
Contoh :     انهم الى ربهم             لهم فيها          عليهم ولا
              وهم راجعون             انعمت           عليهم غير          
3.      Idhghom Mimi
Idhghom mimi yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan huruf mim (م). Cara membacanya yaitu dengan cara merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh :     كم من